Mobil Bekas Melesat, ASLC Panen Untung di Tengah Daya Beli Lesu

mobil bekas
ilustrasi mobil (foto: istock)

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Pasar mobil bekas tengah mengalami masa keemasan. Di tengah melemahnya daya beli masyarakat, kendaraan roda empat second hand justru menjadi pilihan utama. Fenomena ini terbukti dari kinerja positif PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) yang membawahi balai lelang JBA serta platform penjualan retail Caroline.id.

Dalam siaran persnya, ASLC menyebut tren kebutuhan masyarakat bergeser ke arah kendaraan yang lebih ramah di kantong dibandingkan mobil baru.

“Dengan adanya dukungan ekosistem bisnis yang kuat, kami menargetkan tren positif kinerja ASLC ini dapat berlanjut hingga akhir tahun,” ujar Presiden Direktur Autopedia Sukses Lestari, Jany Candra.

Advertisement
Baca Juga :  Terendam Banjir 10 Jam, Isuzu Panther Ini Masih Bisa Menyala

Pertumbuhan Pendapatan di Tengah Lesunya Pasar

Hingga kuartal II 2025, ASLC mencatatkan pendapatan sebesar Rp 447,1 miliar, tumbuh 17,1% secara tahunan. Dari jumlah itu, Caroline.id menjadi tulang punggung dengan kontribusi Rp 313,4 miliar atau 70% dari total pendapatan.

Bisnis lelang mobil lewat JBA pun tak kalah menunjukkan geliat, dengan pertumbuhan pendapatan 3,3% year on year. Sementara itu, MotoGadai—unit usaha baru yang diperkenalkan tahun lalu—telah berhasil menambah pemasukan Rp 3,6 miliar.

Gaikindo: Penjualan Mobil Bekas Bisa Lampaui Mobil Baru

Fenomena ini juga diakui Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh, menilai daya beli masyarakat yang menurun membuat pasar mobil bekas semakin menggiurkan.

Baca Juga :  Tampil Klasik ala Italia, Suzuki Saluto 125 Bawa Mesin Irit dan Fitur Modern

“Masyarakat yang nggak mampu beli mobil baru, akhirnya lari ke beli mobil bekas. Mobil bekas ini pasarnya sempat naik sampai lebih 2 juta (unit). Padahal mobil barunya nggak sampai 1 juta (unit),” katanya beberapa waktu lalu.

Mobil Bekas, Cermin Realita Ekonomi

Bagi sebagian besar konsumen, mobil bekas bukan lagi sekadar pilihan alternatif, melainkan solusi utama di tengah ketatnya kondisi ekonomi. Lonjakan penjualan di sektor ini memperlihatkan bagaimana masyarakat menyesuaikan diri dengan situasi, sementara perusahaan seperti ASLC justru memanen keuntungan dari tren tersebut.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel