TIMETODAY.ID, JAKARTA — Di dapur, jahe dan kunyit kerap hadir sebagai penyedap masakan. Namun jauh sebelum itu, dua rempah ini sudah dikenal sebagai obat tradisional yang diwariskan turun-temurun. Kini, kombinasi keduanya kembali populer sebagai minuman kesehatan yang dipercaya membawa segudang manfaat.
Lantas, apa yang sebenarnya bisa kita dapatkan jika rutin meneguk segelas air jahe dan kunyit setiap hari?
Melancarkan Pencernaan
Jahe kaya akan senyawa bioaktif bernama gingerol yang membantu makanan bergerak lebih cepat dari lambung menuju usus. Seperti dikutip dari Very Well Health, cara kerja ini bisa mencegah kembung, sembelit, hingga gas berlebih.
Sementara itu, kunyit punya peran berbeda. Kandungan kurkuminnya merangsang produksi empedu, sehingga tubuh lebih efisien membuang sisa makanan. Tak heran, ramuan ini kerap dijadikan penolong alami saat perut terasa tidak nyaman.
Menangkal Peradangan
Peradangan adalah mekanisme tubuh melawan penyakit, tapi bila berlangsung lama bisa memicu masalah serius: mulai dari diabetes tipe 2, parkinson, hingga kanker tertentu.
Menurut Health, antioksidan dalam jahe (shogaol) dan kunyit (kurkumin) terbukti punya sifat anti-inflamasi kuat pada uji sel hewan.
Walau penelitian pada manusia masih perlu diperluas, hasil ini memberi harapan bahwa dua rempah sederhana bisa menjadi tameng terhadap penyakit kronis.
Menjaga Imunitas
Tak hanya antiinflamasi, jahe dan kunyit juga bersifat antimikroba. Itu sebabnya, keduanya sudah lama digunakan sebagai obat rumahan saat pilek.
Jahe membantu meredakan sakit tenggorokan dan hidung tersumbat, sedangkan kunyit bekerja pada sel darah putih untuk memperkuat sistem pertahanan tubuh.
Redakan Mual
Sejak lama jahe dipakai untuk mengatasi mual—baik akibat mabuk perjalanan, operasi, hingga kemoterapi. Gingerol dan shogaol di dalamnya membuat perut lebih cepat kosong.
Kunyit pun memberi efek serupa, terutama pada penderita refluks asam. Sebuah studi bahkan menemukan kurkumin sebanding dengan efektivitas obat medis seperti omeprazole.
Menyehatkan Jantung
Dengan menurunkan tekanan darah dan mengurangi peradangan, segelas air jahe dan kunyit bisa mendukung kesehatan jantung. Penelitian menunjukkan konsumsi 2–4 gram jahe segar per hari dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.
Meredakan Nyeri
Bagi penderita osteoartritis lutut, kombinasi jahe, kunyit, dan lada hitam pernah diuji melawan obat antiinflamasi naproxen. Hasilnya? Konsumsi herbal dua kali sehari selama empat minggu memberikan efek pereda nyeri yang sama.
Membantu Turunkan Berat Badan
Beberapa uji klinis menunjukkan jahe efektif mendukung penurunan berat badan bila dikonsumsi rutin.
Kurkumin dari kunyit juga berperan: ia bisa mencegah pembentukan sel lemak baru sekaligus memperbaiki metabolisme. Meski riset pada manusia masih terbatas, hasil awal ini memberi sinyal positif.
Cara Membuat Ramuan Jahe-Kunyit
Mudah sekali. Rebus air hingga panas, tambahkan jahe parut serta kunyit—bisa bubuk atau segar—dan sedikit lada hitam untuk meningkatkan penyerapan kurkumin. Aduk rata, lalu tambahkan madu bila ingin rasa manis alami.
Minuman sederhana ini bukan hanya tradisi, tapi juga warisan pengetahuan yang semakin mendapat dukungan dari dunia sains modern.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



































