
TIMETODAY.ID, QUETTA — Suasana pagi di Kota Quetta, Provinsi Balochistan, berubah mencekam pada Selasa (30/9/2025). Sebuah van bermuatan bom meledak tepat di luar markas pasukan perbatasan Frontier Corps (FC), meninggalkan kepulan asap tebal dan suara sirene ambulans yang bersahutan.
Ledakan besar ini menewaskan sedikitnya 10 orang dan memicu baku tembak antara pelaku dan aparat keamanan.
Rekaman CCTV yang dipublikasikan ke media memperlihatkan detik-detik menjelang ledakan: sebuah mobil van Suzuki mendekati gerbang markas FC dengan kecepatan sedang.
Sesaat kemudian, ledakan dahsyat mengguncang kawasan tersebut.
“Pelaku bom bunuh diri yang mengendarai mobil van Suzuki merangkum bom tersebut, sementara lima rekannya mencoba masuk ke kompleks setelahnya,” ujar seorang pejabat senior pemerintah daerah yang enggan disebut namanya, dikutip dari AFP.
Upaya para pelaku untuk menerobos markas berakhir dengan baku tembak sengit. Menurut pejabat tersebut, kontak senjata terjadi setelah penyerang kelima berhasil masuk ke area kompleks.
Insiden ini melibatkan seluruh penyerang, empat personel FC, serta enam warga sipil.
Hingga kini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, wilayah Balochistan selama ini memang menjadi titik rawan kekerasan dan pemberontakan.
Provinsi terbesar di Pakistan ini memiliki sumber daya alam yang melimpah, namun ironisnya tetap menjadi salah satu wilayah termiskin dan tertinggal dalam pembangunan.
Dalam beberapa tahun terakhir, kelompok separatis Baloch semakin gencar melancarkan pemberontakan berdarah, sementara Taliban Pakistan juga kerap melakukan serangan rutin terhadap pasukan keamanan.
Eskalasi kekerasan semakin meningkat pada 2024. Data dari Institut Studi Perdamaian Pakistan (PIPS) mencatat terdapat 521 serangan teroris di Balochistan sepanjang tahun 2024, meningkat menjadi 567 serangan pada tahun ini.
Setidaknya 782 orang tewas akibat aksi kekerasan tersebut, sebagian besar terjadi di wilayah perbatasan Pakistan–Afghanistan.
Ledakan bom bunuh diri di Quetta menjadi pengingat betapa rapuhnya stabilitas keamanan di wilayah tersebut.
Bagi warga sekitar, suara ledakan pagi itu bukan sekadar dentuman sesaat, melainkan pertanda luka lama yang belum sembuh.***
Editor : Syafira
Sumber : CNNIndonesia.com, AFP
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































