
TIMETODAY.ID, BOGOR – Jumlah korban luka akibat ambruknya bangunan Majelis Taklim Asobiyah di Kampung Kompas, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terus bertambah. Hingga Minggu (7/9/2025) sore, sebanyak 36 jamaah tercatat menjadi korban dan tengah mendapatkan perawatan di RSUD Kota Bogor.
Direktur Utama RSUD Kota Bogor, dr. Ilham Chaidir, mengatakan korban didominasi kalangan lanjut usia dan seluruhnya perempuan. Dari total 36 korban, tiga di antaranya mengalami luka berat, termasuk seorang remaja berusia 17 tahun, sementara satu bayi berusia 2,5 tahun juga ikut terluka karena tertimpa material bangunan.
“Jenis lukanya beragam, ada cedera kepala, patah tulang, hingga dugaan perdarahan di perut. Untuk tiga pasien dengan luka berat masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan, termasuk CT Scan,” ujar Ilham.
Ia menambahkan, tujuh pasien sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya membaik. Sementara itu, sebagian korban kemungkinan akan dirujuk ke rumah sakit tipe A bila diperlukan.
Terkait kabar adanya korban meninggal dunia, Ilham memastikan hingga saat ini tidak ada pasien yang meninggal. “Sejauh ini tidak ada, mudah-mudahan tidak terjadi. Kami berupaya maksimal menangani para pasien,” katanya.
Pihak RSUD juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor untuk memastikan seluruh korban tertangani. Ilham menegaskan, seluruh biaya pengobatan ditanggung penuh rumah sakit.
“Ini musibah, jadi pasien tidak akan dikenakan biaya apa pun. Kami mohon doa agar semua dapat ditangani dengan baik,” ucapnya.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : B. Supriyadi
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































