TIMETODAY.ID, JAKARTA — Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengumumkan komitmen baru pemerintah Jepang untuk memperkuat ketahanan energi kawasan Asia Tenggara. Negeri Sakura menyiapkan dukungan sekitar 10 miliar dolar AS guna membantu negara-negara ASEAN menghadapi potensi gangguan pasokan akibat ketegangan di Timur Tengah.
Bantuan tersebut disampaikan usai pertemuan “AZEC Plus” dalam kerangka inisiatif Asia Zero Emission Community yang dipimpin Jepang. Forum itu dihadiri sejumlah pemimpin negara Asia Tenggara, termasuk dari Filipina, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam.
Dalam keterangannya, Takaichi menegaskan bahwa stabilitas energi di Asia memiliki kaitan langsung dengan ketahanan ekonomi Jepang.
“Kita terhubung erat melalui rantai pasokan dan saling bergantung. Mendukung negara-negara Asia berarti juga memperkuat ekonomi Jepang sendiri,” ujarnya kepada wartawan.
Secara teknis, dukungan ini akan disalurkan melalui lembaga keuangan milik negara seperti Japan Bank for International Cooperation dan Nippon Export and Investment Insurance. Dana tersebut akan digunakan untuk pembiayaan kredit, pinjaman, serta penguatan infrastruktur energi di negara mitra.
Pemerintah Jepang menyebut nilai bantuan itu setara dengan sekitar 1,2 miliar barel minyak—jumlah yang mendekati kebutuhan impor minyak mentah ASEAN selama satu tahun.
Program ini juga mencakup upaya diversifikasi sumber energi, termasuk membuka akses pembelian minyak dari negara alternatif seperti Amerika Serikat, serta pembangunan fasilitas penyimpanan guna memperkuat cadangan energi di kawasan.
Langkah tersebut diambil di tengah kekhawatiran global terhadap jalur distribusi energi, khususnya di Selat Hormuz yang menjadi lintasan utama sekitar 90 persen pengiriman minyak menuju Asia.
Di sisi lain, Jepang memastikan kebijakan ini tidak akan mengganggu pasokan energi domestik. Meski demikian, pemerintah juga menyiapkan langkah tambahan dengan rencana melepas sebagian cadangan minyak nasional mulai awal Mei.
Inisiatif ini mencerminkan strategi Jepang dalam menjaga stabilitas rantai pasokan regional. Di tengah dinamika geopolitik yang belum mereda, kerja sama energi lintas negara dinilai menjadi kunci untuk menekan dampak krisis global terhadap perekonomian kawasan.***
Editor : Syafira
Sumber : CNNIndonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































