Destinasi Wisata Bogor Tetap Diburu Wisatawan, Meski Tren Liburan Kian Selektif

Wisata
Sejumlah pengunjung memadati wisata Taman Safari Indonesia (TSI) saat libur panjang Imlek dan Isra Miraj. Foto : timetoday.id/Amelia Azizah.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Libur panjang Isra Miraj dan Imlek 2025 menjadi momentum bagi sektor pariwisata di Kabupaten Bogor untuk kembali menggeliat.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor mencatat sebanyak 1,6 juta wisatawan mengunjungi berbagai destinasi wisata di daerah tersebut sejak Jumat (24/1/2025) hingga Rabu (28/1/2025).

Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) yang mengalami penurunan jumlah kunjungan.

Advertisement

Kepala Disbudpar Kabupaten Bogor, Yudi Santoso, mengungkapkan bahwa meskipun fluktuasi jumlah wisatawan terjadi, kawasan Puncak dan sejumlah destinasi unggulan tetap menjadi primadona.

“Destinasi favorit tetap Taman Safari, tetapi beberapa tempat wisata lain juga mengalami lonjakan pengunjung,” ujar Yudi, Kamis (30/1/2025).

Target 13 Juta Wisatawan Tahun 2025

Baca Juga :  Pembongkaran PKL Puncak Dikritik Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kemenparekraf

Pemkab Bogor telah menetapkan target kunjungan wisatawan tahun 2025 sebanyak 13 juta orang. Optimisme ini didasarkan pada pencapaian tahun sebelumnya yang melampaui target awal.

“Pada 2024, kami menargetkan 12 juta pengunjung, tetapi realisasinya justru mencapai lebih dari 14 juta. Oleh karena itu, untuk 2025 kami menargetkan 13 juta wisatawan,” jelas Yudi.

Namun, tren wisatawan yang semakin selektif dalam membelanjakan uangnya menjadi tantangan bagi sektor pariwisata. Menurut Yudi, masyarakat mulai memprioritaskan pengeluaran mereka untuk kebutuhan primer seperti pendidikan dan pangan dibandingkan dengan liburan.

“Ketika Natal dan Tahun Baru kemarin, jumlah wisatawan menurun. Sekarang naik lagi saat libur Isra Miraj dan Imlek. Saya memperkirakan libur Idul Fitri nanti akan turun lagi karena masyarakat lebih memilih menggunakan dana liburan untuk pulang kampung,” tambahnya.

Baca Juga :  Taman Safari Indonesia Hadirkan Enchanting Valley, Destinasi Wisata Keluarga Baru di Puncak Bogor

Daya Beli dan Dampaknya terhadap Pariwisata

Fenomena penurunan daya beli masyarakat turut berpengaruh pada industri pariwisata di Kabupaten Bogor. Sektor ini sangat bergantung pada stabilitas ekonomi dan pola konsumsi masyarakat.

“Dampaknya tentu ada. Jika masyarakat merasa wisata bukan prioritas, tentu kunjungan akan berkurang. Namun, kami berharap wisata tetap menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat,” kata Yudi.

Ke depan, Pemkab Bogor berencana untuk terus mengembangkan sektor pariwisata dengan menyesuaikan strategi pemasaran dan peningkatan fasilitas guna menarik lebih banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Dengan daya tarik alam dan keberagaman destinasi yang dimiliki, Kabupaten Bogor tetap optimistis dapat mempertahankan posisinya sebagai salah satu tujuan wisata utama di Indonesia.

Reporter : Amelia Azizah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel