
TIMETODAY.ID, MUSCAT – Aliyyah Shihab, Warga Negara Indonesia (WNI) warga Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terpaksa tertahan di Bandara Muscat, Oman, setelah penerbangan kepulangannya ke Indonesia dibatalkan menyusul penutupan bandara di sejumlah negara Timur Tengah, Kamis (5/3/2026).
Aliyyah menuturkan, ia bersama suami dan anak semula berencana bertolak dari Dubai pada 28 Februari 2026. Namun saat melakukan check-in, pihak maskapai memberitahukan bahwa penerbangan dibatalkan.
“Bandara ditutup semua, penerbangan dari Bandara Dubai dibatalkan semua,” ujarnya.
Keluarga itu kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan bus menuju Muscat. Setibanya di sana, situasi serupa masih mereka temui, sejumlah penerbangan dari berbagai maskapai kembali dibatalkan.
Di Bandara Muscat, Aliyyah menyaksikan banyak pekerja migran Indonesia yang turut terdampak. Sebagian merupakan TKW yang seharusnya transit di Doha, tetapi penerbangan mereka dialihkan dan mendarat darurat di Muscat.
“Pesawat Qatar Airways yang seharusnya menuju Doha justru mendarat mendadak di Bandara Muscat,” jelasnya.
Sejumlah pekerja migran yang hendak menuju Bahrain menggunakan Oman Air juga dilaporkan masih menunggu kepastian penerbangan lanjutan.
Aliyyah menyebut kondisi serupa terjadi di Dubai, Abu Dhabi, Doha, Kuwait, dan Bahrain. Banyak TKW terpaksa bertahan di area bandara akibat keterbatasan kapasitas hotel, ditambah ketiadaan akses keuangan internasional.
“Saya kasihan melihat mereka tidak punya uang dan tidak memiliki ATM yang bisa diakses secara internasional seperti Visa atau Mastercard,” ungkapnya.
Ia berharap situasi segera membaik dan meminta dukungan nyata bagi WNI yang terdampak.
“Kami berharap perang ini segera berakhir, bandara dibuka, penerbangan aktif kembali berjalan normal, dan tentunya ada dukungan makanan serta fasilitas penginapan dari KBRI,” pungkas Aliyyah.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































