Turki Larang Konser Enrico Macias, Publik Protes Dukungan Sang Musisi ke Israel

Enrico Macias
Rencana konser penyanyi asal Prancis, Enrico Macias, di Istanbul pada Jumat (5/9) terhenti karena larangan dari otoritas Turki. (Foto: REUTERS/Murad Sezer)

TIMETODAY.ID, ISTANBUL — Rencana konser penyanyi legendaris asal Prancis, Enrico Macias, di Istanbul pada Jumat (5/9/2025) mendadak dibatalkan. Otoritas Turki resmi melarang pertunjukan itu, setelah gelombang protes dari publik yang menolak kehadiran musisi berusia 86 tahun tersebut lantaran dukungannya terhadap Israel.

Dalam pernyataan resminya, Pemerintah Provinsi Istanbul menegaskan keputusan itu diambil untuk menghindari potensi kerusuhan di sekitar lokasi konser.

“Keputusan diambil demi mencegah potensi demonstrasi terkait genosida oleh negara teroris Israel di Gaza dan para pendukungnya,” demikian bunyi pernyataan otoritas setempat.

Advertisement

Macias sendiri mengaku terpukul dengan larangan tersebut. Kepada AFP, ia menyampaikan rasa kecewanya karena batal menyapa penggemar di Turki negara yang sudah akrab dengannya selama enam dekade karier bermusik.

Baca Juga :  Dari Barcelona Menuju Gaza, Ribuan Relawan Dunia Siapkan Misi Kemanusiaan

“Saya sangat terkejut dan sedih tidak bisa bertemu dengan penggemar saya, dengan siapa saya selalu berbagi nilai perdamaian dan persaudaraan,” ujarnya.

Macias lahir di Aljazair dari keluarga Yahudi dan sejak 1961 bermukim di Prancis. Dari sana, ia dikenal luas sebagai musisi yang memperkenalkan musik Arab-Andalusia ke panggung internasional. Namun, posisinya soal konflik Timur Tengah kerap menuai kontroversi.

Pada beberapa kesempatan, ia terang-terangan menyatakan dukungan kepada Israel, termasuk saat agresi ke Jalur Gaza pada Oktober 2023. Saat itu, ia menyebut tindakan Israel sebagai bentuk balasan terhadap serangan Hamas.

Baca Juga :  Konflik Timur Tengah Memanas, Turki Sebut Strategi Iran ‘Sangat Salah’

Namun, serangan itu justru berlanjut hingga kini dan menelan korban lebih dari 62 ribu jiwa warga Palestina, meninggalkan Gaza dalam kondisi porak-poranda dan dilanda bencana kelaparan.

“Masalah saya adalah saya tidak tahan dengan kekerasan para teroris,” kata Macias dalam wawancara di YouTube pada Agustus lalu.

“Dan jika ada kekerasan di pihak Israel, itu karena Hamas,” tambahnya, sambil menegaskan bahwa dirinya tak memiliki persoalan dengan rakyat Palestina.***

Editor : Syafira

Sumber : CNNIndonesia.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel