BRI Bantah Kabar Serangan Ransomware Bashe, Pastikan Data Nasabah Aman

ransomware
Logo Bank BRI.

TIMETODAY.ID, JAKARTA – Bank Rakyat Indonesia (BRI) membantah kabar serangan siber menggunakan ransomware yang diklaim menyerang sistem mereka.

Isu tersebut sebelumnya beredar melalui akun X @IndoPopBase, yang menyebutkan bahwa peretas menuntut tebusan dengan tenggat waktu hingga 23 Desember 2024.

Menurut akun tersebut, serangan yang disebut dilakukan oleh Bashe Ransomware mengancam akan membocorkan data sensitif jika tuntutan tidak dipenuhi. Namun, BRI melalui akun resmi X-nya, @BankBRI_ID, memastikan bahwa seluruh data nasabah tetap aman.

Advertisement
Baca Juga :  210 Perangkat Desa Lulus SPD 2025, Dorong Tata Kelola Desa Lebih Baik

“Kami memastikan bahwa saat ini data maupun dana nasabah aman. Seluruh sistem perbankan BRI berjalan normal dan seluruh layanan transaksi kami dapat beroperasi dengan lancar,” tulis pihak BRI dalam tanggapannya.

BRI juga menjelaskan bahwa semua layanan perbankan, baik melalui BRImo, QLola, ATM, CRM, maupun platform lainnya, dapat digunakan tanpa gangguan. Sistem keamanan informasi mereka telah memenuhi standar internasional dan terus diperbarui secara berkala untuk melindungi data nasabah.

Baca Juga :  Detik-Detik Truk Tangki Terjungkal di Tol Jagorawi KM 24 ‎

“Sistem keamanan teknologi informasi yang dimiliki BRI telah memenuhi standar internasional dan terus diperbarui secara berkala untuk menghadapi berbagai potensi ancaman. Langkah-langkah proaktif dilakukan untuk memastikan bahwa informasi nasabah tetap terlindungi,” ungkap BRI.

Hingga saat ini, pihak BRI menegaskan bahwa aktivitas perbankan berjalan normal tanpa gangguan yang dilaporkan dalam isu tersebut. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel