TIMETODAY.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 1.942 kejadian bencana alam terjadi di Indonesia sepanjang 1 Januari hingga 13 Desember 2024.
Mayoritas bencana yang terjadi didominasi oleh bencana hidrometeorologi sebesar 98,82 persen, sementara bencana geologi hanya mencakup 1,18 persen.
Bencana banjir menjadi yang paling sering terjadi, dengan total 976 kejadian, disusul oleh cuaca ekstrem sebanyak 420 kejadian, dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) sebanyak 336 kejadian.
Selain itu, bencana tanah longsor tercatat 120 kali, kekeringan sebanyak 54 kali, dan gelombang pasang atau abrasi sebanyak 13 kali. Sementara itu, bencana geologi seperti gempa bumi dan erupsi gunung api masing-masing tercatat 18 dan 5 kejadian.
Dampak dari bencana alam tahun ini cukup signifikan, dengan total 469 korban meninggal dunia, 58 orang dilaporkan hilang, 1.157 orang mengalami luka-luka, dan 5.643.138 orang harus mengungsi atau menderita akibat bencana.
Sementara kerusakan material tercatat cukup besar, meliputi 61.554 rumah rusak, dengan rincian 10.821 rumah rusak berat, 12.940 rusak sedang, dan 37.793 rusak ringan.
Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum, termasuk 515 satuan pendidikan, 387 rumah ibadah, 47 fasilitas pelayanan kesehatan, serta 459 unit kantor dan jembatan, yang terdiri dari 53 kantor rusak dan 406 jembatan rusak.
Wilayah-wilayah dengan kejadian bencana terbanyak berada di Pulau Jawa, terutama Jawa Timur yang mencatat 269 kejadian, Jawa Barat 268 kejadian, dan Jawa Tengah 241 kejadian. Sebaran bencana lainnya juga terlihat di berbagai provinsi dengan intensitas yang bervariasi.
BNPB menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel




































